Arsip | Oktober, 2011
Sampingan

Sejarah Terbentuknya Koperasi Civitas Akademika UNTIRTA (KOCIPTA)

30 Okt

Sejak kepengurusan Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Syeikh Nawawi Al Bantani Untirta ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor Untirta nomor: 066/H43/LL/SK/2009 tertanggal 2 Februari 2009, jajaran pengurus segera menyusun berbagai program kerja. Dalam rangka melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, terutama aspek pengabdian pada masyarakat, Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat DKM Syeikh Nawawi Al Bantani Untirta mengadakan program pemberdayaan pedagang kecil (usaha mikro) yang berada di sekitar kampus Untirta Serang.

Program pemberdayaan tersebut dilakukan melalui pemberian pembiayaan (kredit) dan pendampingan. Sampai akhir bulan Mei 2009, tercatat 13 pedagang kecil yang diberikan pembinaan dan fasilitas pembiayaan dengan plafond bervariasi mulai Rp. 500.000,- sampai dengan Rp. 3.000.000,- tiap pedagang. Selain itu, diberikan juga pembiayaan kepada 15 orang mahasiswa yang kesulitan membayar SPP ataupun keperluan kuliah yang lain.

Memasuki bulan Juni tahun 2009, dibentuklah Baitul Mal wa Tamwil (BMT) agar program pemberdayaan tersebut dapat berlangsung secara kontinu dan terkelola secara profesional. Sampai awal bulan Agustus 2009, BMT telah memiliki 112 orang anggota yang terdiri dari para pedagang sekitar kampus, mahasiswa, alumni, dosen, dan karyawan untirta. Disamping itu, BMT telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp. 51.500.000,- kepada para anggota. Selanjutnya untuk mengoptimalkan kinerja BMT, terutama dalam hal akses permodalan dari pemerintah ataupun bank, dipandang urgen untuk BMT memiliki badan hukum. Melihat berbagai kondisi yang ada, dipilihlah koperasi sebagai bentuk badan hukum yang tepat untuk mewadahi BMT.

Pada hari senin tanggal 24 Agustus 2009, diadakan rapat pendirian koperasi yang akan dijadikan sebagai badan hukum untuk memayungi BMT. Rapat dihadiri 25 orang anggota BMT yang terdiri atas dosen, mahasiswa, alumni, dan pedagang itu memutuskan untuk membentuk Koperasi. Karena anggota koperasi mayoritas terdiri dosen dan mahasiswa (termasuk alumni) Untirta, maka koperasi diberi nama Koperasi Civitas Akademika Untirta, disingkat KOCIPTA.

Selanjutnya rapat memutuskan untuk menunjuk Badan Kepengurusan sebagai berikut: 1) Drs. M. Afifi, MM (Ketua Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat DKM) sebagai ketua, 2) Dwi Saktiawan (mahasiswa Prodi Pend. Biologi FKIP) sebagai sekretaris, dan 3) RR Martriasih Silvia Rini (mahasiswa Jurusan Akuntansi FE) sebagai bendahara. Di posisi Badan Pengawas, dipilih DR. H. Fatah Sulaiman, MT (Ketua Bidang Pelayanan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat DKM) sebagai ketua. Rapat pembentukan koperasi yang juga dapat disebut sebagai Rapat Anggota KOCIPTA yang pertama itu memutuskan untuk tidak hanya menyelenggarakan usaha Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS/BMT). Melalui dinamika yang cukup alot, disepakati juga bahwa koperasi akan menyelenggarakan usaha-usaha sebagai berikut: 1) perdagangan umum, grosir dan ritel; 2) multimedia telematika; 3) traveling/biro jasa; 4) percetakan dan penerbitan; 5) rumah sehat herbal; dan 6) toko serba ada (toserba). Berkaitan dengan keanggotaan, disepakati pula bahwa mata pencaharian anggota KOCIPTA adalah pegawai, dosen, karyawan, pensiunan, mahasiswa, dan alumni Untirta. Rapat pendirian juga memutuskan Anggaran Dasar yang akan digunakan sebagai akta pendirian KOCIPTA.

Setelah rapat pendirian tersebut, Dewan Pengurus langsung mendaftarkan Akta Pendirian KOCIPTA ke Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang. Akhirnya pada tanggal 3 September 2009, Kantor Menteri Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI melalui Disperindagkop Kota Serang mengesahkan Akta Pendirian KOCIPTA. Dengan pengesahan nomor 75/BH/518-Bid.Kop/IX/2009 ini berarti KOCIPTA telah berbadan hukum.

Selanjutnya KOCIPTA terdaftar sebagai wajib pajak dengan NPWP 26.269.066.2-401.000 pada tanggal 13 Oktober 2009. Berikutnya Camat Cipocokjaya atas nama Pemkot Serang mengeluarkan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dengan nomor : 503/87/TRANTIB/2009 tertanggal 15 Oktober 2009. Kemudian Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BKPM) Kota Serang mengeluarkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan nomor: 3007/3098/X/PK/BPTPM/09 dan juga Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Koperasi dengan nomor 30072653098 tertanggal 21 Oktober 2009.

Setelah memiliki legalitas formal, KOCIPTA terus melakukan berupaya meningkatkan peran dan fungsinya sebagaimana yang diamanatkan dalam Anggaran Dasar. Sampai tutup buku per 31 Desember 2009 aliran dana yg disalurkan sebesar Rp. 79.000.000,-. Peran KOCIPTA dimaksimalkan pada fasilitas pembiayaan ke para pedagang dan mahasiswa ataupun alumni yang membuka kegiatan wirausaha.

Selama tahun 2010, kebutuhan pembiayaan pada anggota terus meningkat. Pada semester kedua tahun 2010 KOCIPTA mengajukan kerjasama pembiayaan dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Serang. Akhirnya pada bulan oktober 2009, KOCIPTA menandatangani akad pembiayaan dengan BSM Serang sebesar Rp. 750.000.000,- dengan pola chaneling. Selanjutnya pembiayaan ini disalurkan pada dosen dan karyawan yang membutuhkan.

Pada RAT tahun 2010, disepakati susunan pengurus yang diisi para dosen muda yang enerjik. Keterlibatan mahasiswa ataupun alumni dioptimalkan pada unit usaha dibawah KOCIPTA. Misalnya Dwi Saktiawan, S.Pd (Alumni FE Untirta) yang sebelumnya sekretaris KOCIPTA diangkat menjadi Direktur BMT. Dadang Kuswandi (Mahasiswa FE Untirta) diangkat menjadi Direktur KOCIPTA Learning Center. Sedangkan Posisi KOCIPTA Publishing yang difokuskan pada penerbitan dan pencetakan buku ataupun bahan ajar para dosen diamanahkan ke Idi Dimyati, M.Ikom (Dosen FISIP Untirta).

Demikian sekelumit perjalanan Koperasi Civitas Akademika Untirta (KOCIPTA). Keinginan bersama untuk menjadi gerakan ekonomi berbasis kerakyatan menjadi ruh dari komunitas ini. Komunitas ini juga bertekad memaksimalkan fungsi tri dharma perguruan tinggi yang melekat pada diri civitas akademika. Keberadaan kampus Untirta harus dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar kampus pada umumnya dan warga Banten secara umum.

Iklan